OBJEK KAJIAN MATEMATIKA
A. FAKTA
Fakta adalah kovensi-kovensi dalam matematika yang
biasanya di ungkapkan dengan simbol-simbol tertentu. Dimateri Aljabar yang kita
ketahui terdapat simbol dan angka yang memiliki penyebutan tersendiri. Seperti
contohnya simbol bilangan “7” yang sudah diketahui banyak orang penyebutannya
adalah kata “tujuh”. Contoh fakta yang lain di aljabar, yaitu
Cara mempelajari fakta bisa melalui hafalan, drill (latihan terus menerus),
demontrasi tertulis dan lain-lain. Dengan demikian, dalam memperkenalkan simbol dan fakta matematika kepada siswa, guru
seharusnya melalui beberapa tahap yang memungkinkan siswa dapat menyerap makna
simbol-simbol tersebut.
Penggunaan fakta yang berupa symbol, bila diberikan
kepada siswa secara langsung tanpa adanya pemberian stimulus terlebih dahulu
kepada siswa akan menimbulkan salah penafsiran. Salah satunya cara untuk
meminimalisir kesalah pahaman oleh siswa, yakni dengan drill soal dan
pembahasannya. Kesalah pahaman yang sering terjadi,yaitu pemahaman akan simbol (lebih dari, kurang dari, lebih dari sama dengan, dan kurang dari sama dengan) yang seringnya siswa masih mengalami kesalahan
dalam pengimplementasiannya dalam menjawab soal.
B. KONSEP
Konsep adalah ide abstrak yang dapat
menggolongkan atau mengklasifikasi sekumpulan objek, apakah objek tertentu
merupakan contoh konsep atau bukan. Sebagai contoh konsep segitiga yang kita
tahu disimbolkan dengan "∆",
dapat dijelaskan sebagai berikut:
Dalam matematika terdapat konsep diantaranya: “fungsi”, “variabel”, dan “konstanta” yang kita ketahui terdapat dalam materi aljabar. Konsep tersebut, seperti halnya dengan bilangan, terdapat semua cabang matematika. Banyak konsep lain dalam matematika yang lebih komplek misalnya fungsi eksponensial dan logaritma, induksi matematika, dan program linear dua variabel.
Menurut Coney sendiri, ada beberapa cara yang dapat ditempuh dalam mengajarkan konsep matematika, khususnya pada siswa yang berada pada tahap berpikir operasi formal, yaitu:
1. Pendefenisian (defining).
Membuat defenisi adalah langkah baik karena defenisi
menggunakan bahasa yang singkat tetapai padat dan terstruktur.
2. Menyatakan syarat cukup.
Kita dapat melihat gaya bahasa dari syarat cukup,
yaitu “jika” selain itu juga kadang digunakan: asalkan, sebab, karena, dengan
alasan. Dengan logika syarat cukup, siswa diharapkan mampu mencari contoh objek
yang dinyatakan oleh konsep, sehingga langkah syarat cukup memudahkan penerapan
dari konsep.
3. Memberi contoh.
Hal ini sangat penting, karena dengan contoh dapat
memperjelas siswa tentang konsep yang dipelajarinya. Untuk itu contoh
diharapkan yang sederhana, kemudian siswa dituntut untuk
mencari contoh lain dengan mandiri.
4. Memberi contoh disertai alasan.
Pemberian contoh yang disertai alasan relevan dengan penyajian syarat cukup. Dengan kata lain, alasan yang
dikemukakan tidak lain adalah syarat cukup dari definisi. Selain itu, contoh yang dibuat siswa tidak dibuat secara spekulatif
dan menghindari unsur tebakan.
5. Memberi kesamaan atau perbedaan objek yang dinyatakan konsep..
Dalam
mengajarkan suatu konsep, sedang konsep tersebut mempunyai kesamaan/perbedaan dengan
konsep lain, maka sebaiknya dituntut siswa mengemukakan persamaan/perbedaan
yang ada, sehingga siswa benar-benar memahami konsep yang dipelajari itu dengan
sebaik-baiknya.
6. Memberi suatu contoh penyangkal.
Contoh yang digunakan untuk menyangkal kesalahan
generalisasi atau defenisi, yakni: seorang siswa menyatakan bahwa trapesium
adalah segi empat yang mempunyai sepasang sisi yang sejajar.
7. Menyatakan syarat perlu..
Untuk
menunjukkan pernyataan merupakan suatu syarat perlu, biasanya digunakan tanda
linguistik “harus” atau “hanya jika”. Misal sebuah segi empat jajaran genjang
hanya jika (harus) kedua pasang sisi yang berlawanan sejajar.
8. Menyatakan syarat perlu dan cukup.
Untuk
menyatakan objek suatu konsep mempunyai syarat perlu dan cukup biasanya
digunakan kata “jika dan hanya jika”, dengan menyatakan syarat perlu dan cukup
memungkinkan siswa menguasai konsep dengan baik, karena syarat cukup dapat
mengidentifikasi contoh, sedangkan syarat perlu dapat mengidentifikasi bukan
contoh.
Operasi adalah pengerjaan hitung, pengerjaan aljabar dan pengerjaan
Matematika yang lain. Contoh misalnya “penjumlahan”, gabungan dan “irisan”
unsur - unsur yang dioperasikan juga abstrak. Pada
dasarnya operasi dalam matematika adalah suatu fungsi yang relasi khusus, karena operasi
adalah aturan untuk memperoleh elemen tunggal dari satu atau lebih elemen
yang diketahui.
Semesta dari elemen-elemen yang diketahui maupun elemen yang diperoleh
dapat sama dapat juga berbeda. Elemen tunggal yang diperoleh disebut hasil
operasi, sedangkan satu atau lebih elemen yang diketahui disebut elemen yang
dioperasikan. Dalam Matematika dikenal macam-macan operasi yaitu: “Operasi
unair”, kemudian operasi biner, operasi terner dan sebagainya. Penjumlahan
adalah operasi biner, karena elemen yang dioperasikan ada dua. Tetapi “tambah
lima” adalah operasi unair, karena elemen yang ditambah Cuma satu. Dalam
himpunan dikenal operasi “gabungan” adalah operasi biner, tetapi “komplemen”
adalah operasi unair seringkali operasi disebut skill bila yang ditekankan
adalah ketrampilannya.
D.
PRINSIP
Prinsip adalah objek kajian matematika yang lebih komplek, prinsip dapat
terdiri atas beberapa fakta, beberapa konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi
ataupun operasi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa prinsip adalah hubungan
antara berbagai objek dasar Matematika. Prinsip dapat berupa aksioma, teorema sifat dan sebagainya. Contohnya sifat
komutatif dan sifat asosotiatiif dalam aritmatika merupakan suatu prinsip,
begitu pula dengan teorema phytagoras. Contoh yang lainnya sebuah aksioma antara lain melalui “satu titik A diluar sebuah garis g
dapat dibuat tepat sebuah garis yang sejajar garis g”.
Siswa dianggap telah memehami
suatu prinsip apabila ia telah memahami bagaimana prinsip itu dibentuk dan
dapat menggunakannya pada situasi yang cocok. Bila emikian dia telah memahami
fakta konsep atau definisi, serta operasi yang termuat dalam prinsip tersebut.
Komentar
Posting Komentar